Ratusan Warga Gearek Masih Mengungsi, Trauma Operasi Militer Belum Pulih

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 21:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yuli Bugiangge, Ketua-Yayasan-Woken (foto: Jubi.com)

Yuli Bugiangge, Ketua-Yayasan-Woken (foto: Jubi.com)

papuabarat.tagarutama.com, Wamena – Operasi militer yang terjad di Nduga hingga pertengahan Januari 2026, mengakibatkan sebagian besar warga Distrik Gearek, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, dilaporkan belum kembali ke kampung halamannya setelah mengungsi sejak awal Desember 2025. Sedikitnya lebih dari 100 kepala keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian akibat trauma pasca operasi militer di wilayah tersebut, seperti dilansir dari jubi.com (19/01)

Tokoh intelektual Nduga sekaligus Ketua Yayasan Woken, Yuli Bugiangge, menyebutkan bahwa warga mengungsi ke berbagai tempat yang dianggap aman, mulai dari Keneyam sebagai ibu kota kabupaten, distrik-distrik terdekat, Kabupaten Asmat, hingga hutan-hutan sekitar untuk menghindari ancaman tembakan.

Baca Juga :  Pendampingan Mutu Pendidikan Muhammadiyah di Fakfak, Perkuat Tata Kelola dan Siapkan Sekolah Masa Depan

Menurut Yuli, situasi pengungsian terjadi setelah rangkaian operasi militer pada 11 dan 12 Desember 2025. Ia menyebut, pada 12 Desember, aktivitas militer menggunakan sejumlah helikopter disertai pengeboman dan tembakan di sekitar permukiman warga sipil Distrik Gearek, yang menyebabkan masyarakat tercerai-berai meninggalkan kampung.

Dampak dari operasi tersebut, kata Yuli, tidak hanya berupa kerusakan fisik, tetapi juga luka kemanusiaan. Seorang anak berusia tujuh tahun dilaporkan meninggal dunia, sementara ibunya mengalami luka tembak saat berupaya menyelamatkan diri. Selain itu, enam rumah warga, termasuk milik tokoh gereja setempat, dilaporkan terbakar.

Akibat peristiwa tersebut, warga Distrik Gearek mengalami trauma mendalam dan belum berani kembali ke kampung halaman. Kondisi pengungsian membuat mereka kehilangan rasa aman, bahkan tidak dapat merayakan Natal pada Desember 2025.

Baca Juga :  KDMP Tersendat, ARK Wanti-wanti Kecemburuan Sosial di Desa

Sebagai respons, Yayasan Woken bersama tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Nduga, DPRK Nduga, serta lembaga kemanusiaan telah turun ke lokasi dan memasang baliho pelarangan operasi militer di area permukiman warga sipil. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kekerasan terhadap masyarakat nonkombatan.

Yuli berharap semua pihak mengedepankan pendekatan kemanusiaan agar warga sipil dapat kembali hidup dengan aman dan bermartabat di kampung halamannya tanpa rasa takut. (TU-07)

Follow WhatsApp Channel papuabarat.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas
Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu
Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global
Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:11 WIT

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas

Jumat, 10 April 2026 - 12:20 WIT

Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIT

Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Rabu, 8 April 2026 - 17:50 WIT

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Berita Terbaru