KAPALA EMAS Terintegrasi Hilirisasi Nasional: Pendataan Capai 50 Persen, Saatnya Pekebun Fakfak Ambil Bagian

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 11:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program KAPALA EMAS (Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera) memperkuat Program Strategis Pala Unggul dengan target perluasan lahan mencapai 1.000 hektare pada Tahun Anggaran 2026.

Program KAPALA EMAS (Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera) memperkuat Program Strategis Pala Unggul dengan target perluasan lahan mencapai 1.000 hektare pada Tahun Anggaran 2026.

papuabarat.tagarutama.com, Fakfak – Dalam rangka memperkuat Program Strategis Pala Unggul sebagai komoditas andalan daerah, Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak resmi menjalankan Program KAPALA EMAS (Kawasan Pala Ekonomi Masyarakat Sejahtera) dengan target perluasan lahan mencapai 1.000 hektare pada Tahun Anggaran 2026.

Program ini tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam, tetapi dirancang terintegrasi dengan kebijakan nasional penguatan hilirisasi perkebunan pala. Pengembangan kawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari budidaya, peningkatan produktivitas dan mutu kebun rakyat, hingga pengolahan hasil dan penguatan rantai nilai ekonomi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, Pala Tomandin Fakfak diharapkan mampu bertransformasi dari komoditas primer menjadi produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing di tingkat nasional.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menyampaikan bahwa progres pendataan calon petani dan calon lahan menunjukkan perkembangan signifikan.

“Sejak program ini diumumkan pada 28 Januari lalu, dalam waktu kurang dari dua minggu kami melakukan pendekatan langsung ke pekebun dan turun ke lapangan untuk pendataan serta penyiapan lokasi. Hingga hari ini, capaian pendataan sudah menyentuh sekitar 50 persen, atau kurang lebih 524 hektare dari target 1.000 hektare,” ungkap Widhi saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Pesan Kepala KUA Distrik Fakfak Sambut Ramadhan 1446 H: Mari Perbanyak Ibadah dan Perkuat Ukhuwah

Ia menilai capaian tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mendukung penguatan sektor perkebunan pala sebagai tulang punggung ekonomi daerah di Kabupaten Fakfak.

“Partisipasi pekebun sangat baik. Ini menjadi modal sosial penting untuk membangun kawasan pala yang terencana, produktif, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Program KAPALA EMAS dilaksanakan melalui skema Tugas Pembantuan APBN Tahun Anggaran 2026, dengan fokus pada penguatan hilirisasi dan daya saing pala Fakfak, peningkatan produktivitas dan kualitas kebun masyarakat, pembangunan kawasan berbasis kelompok tani yang terstruktur dan terdata, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pekebun.

Menurut Widhi, keberhasilan pendataan yang telah melampaui separuh target menjadi momentum strategis untuk memperluas keterlibatan masyarakat.

“Kami berharap semakin banyak pekebun pala yang segera mendaftarkan diri agar dapat mengambil bagian dalam program ini, sehingga pengembangan kawasan bisa berjalan serempak dan berdampak luas,” ujarnya.

Seiring dengan proses pendataan, Dinas Perkebunan juga mengimbau seluruh pekebun yang telah terdata maupun yang masih berminat untuk segera melakukan pembersihan dan penyiapan lahan.

Baca Juga :  Konfirmasi dan Validasi Data Sektoral Perkebunan, Dukung Publikasi Fakfak Dalam Angka 2026

Tahapan ini dinilai krusial guna memastikan kesiapan tanam sesuai jadwal pelaksanaan program, sekaligus memperlancar proses verifikasi akhir dan penetapan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).

Adapun langkah penyiapan lahan yang perlu dilakukan meliputi:

  1. Membersihkan semak belukar dan tanaman pengganggu,
  2. Menata serta memperjelas batas lahan agar tidak terjadi tumpang tindih,
  3. Memastikan lahan tidak berada dalam status sengketa,
  4. Memprioritaskan lahan yang telah terbuka atau merupakan bekas kebun lama.

“Kesiapan lahan menjadi indikator utama keberhasilan kawasan. Semakin cepat lahan siap tanam, maka semakin cepat pula realisasi bantuan dan pengembangan kawasan dapat dilaksanakan,” tegas Widhi.

Kini, Program KAPALA EMAS memasuki fase penting. Pemerintah daerah mengajak seluruh pekebun pala Fakfak untuk memperkuat komitmen bersama, meningkatkan partisipasi, dan berperan aktif dalam mewujudkan Fakfak sebagai pusat pala unggul berbasis hilirisasi nasional demi pertumbuhan ekonomi daerah yang mandiri dan menyejahterakan. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papuabarat.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Percepat Program Pala “Kapala Emas”, YP2M3F Teken MoU dengan Pemda Fakfak untuk Pendataan dan Pendampingan
Pemkab Kabupaten Fakfak Panggil 8 Pedagang Grosir Antar Pulau, Perkuat Mutu Pala Tomandin ke Pasar Nasional dan Internasional
Retribusi Pala Fakfak Segera Berbasis Virtual Account, Dinas Perkebunan dan Bank Papua Perkuat Sinergi
Rumah Solidaritas Papua Desak Pemerintah Evaluasi Pendekatan Keamanan di Tanah Papua
bp Indonesia Klaim Sudah Sosialisasi Seismik di tengah Tuntutan Masyarakata Arguni
Ratusan Warga Adat Bubarkan Sosialisasi Perusahaan Sawit di Sorong Selatan
6 Gubernur Tanah Papua Deklarasi Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan
Ratusan Ikan Ditemukan Mati di Sungai Klafdalim–Klasoh, Warga Moi Sigin Desak Pemerintah Periksa Sungai

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:41 WIT

Percepat Program Pala “Kapala Emas”, YP2M3F Teken MoU dengan Pemda Fakfak untuk Pendataan dan Pendampingan

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:33 WIT

Pemkab Kabupaten Fakfak Panggil 8 Pedagang Grosir Antar Pulau, Perkuat Mutu Pala Tomandin ke Pasar Nasional dan Internasional

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:08 WIT

Retribusi Pala Fakfak Segera Berbasis Virtual Account, Dinas Perkebunan dan Bank Papua Perkuat Sinergi

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:08 WIT

Rumah Solidaritas Papua Desak Pemerintah Evaluasi Pendekatan Keamanan di Tanah Papua

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:50 WIT

bp Indonesia Klaim Sudah Sosialisasi Seismik di tengah Tuntutan Masyarakata Arguni

Berita Terbaru