Pemkab Fakfak Benahi BPT–PIT Pala Tomandin sebagai Fondasi Program Strategis Pala Unggul dan Perlindungan Indikasi Geografis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati bersama para pekebun dalam upaya pembenahan Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih (BPT–PIT) Pala Tomandin Fakfak. (Foto. Disbun Fakfak).

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati bersama para pekebun dalam upaya pembenahan Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih (BPT–PIT) Pala Tomandin Fakfak. (Foto. Disbun Fakfak).

papuabarat.tagarutama.com, Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat sektor hulu perkebunan pala sebagai bagian dari pelaksanaan Program Strategis Pala Unggul yang sejalan dengan visi pembangunan Fakfak Membara. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembenahan Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih (BPT–PIT) Pala Tomandin Fakfak sebagai sumber utama benih unggul bersertifikasi.

Melalui Dinas Perkebunan, Pemkab Fakfak mulai melakukan intervensi langsung pada delapan kebun BPT–PIT yang telah ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 87/KPTS/KB.20/12/2016. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi benih, tetapi juga menjadi benteng utama perlindungan Indikasi Geografis (IG) Pala Tomandin Fakfak.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menyampaikan hal tersebut saat mengerahkan tim teknis ke lokasi kebun pada Jumat (23/1/2026).

“Langkah awal keberhasilan Program Pala Unggul Fakfak harus dimulai dari pembenahan BPT dan PIT. Kualitas seluruh rantai pengembangan pala, mulai dari peremajaan kebun hingga hilirisasi, sangat ditentukan oleh mutu sumber benih. Tanpa fondasi hulu yang kuat dan terstandar, program tidak akan berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembenahan ini menjadi sangat penting karena benih yang dihasilkan harus benar-benar berasal dari pohon induk yang sehat, produktif, dan sesuai dengan karakteristik khas Pala Tomandin sebagaimana tercantum dalam dokumen Indikasi Geografis.

Baca Juga :  Kemenkum Papua Barat Dukung Produk Lemak Pala Fakfak Peroleh Perlindungan HKI

“Melalui penataan kebun, penomoran ulang pohon induk, verifikasi genetika, pemupukan berimbang, serta pengendalian hama dan penyakit, kami memastikan bahwa benih yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan kualitas dan keasliannya,” jelas Widhi.

Menurutnya, keberadaan BPT memiliki peran strategis dalam menjaga mutu hulu dan mencegah masuknya benih dari luar wilayah Indikasi Geografis yang dapat mengikis kekhasan Pala Tomandin Fakfak.

“BPT adalah sumber tanaman induk dengan kesesuaian genetik, morfologi, aroma, rasa, dan kandungan minyak atsiri yang mencerminkan ciri khas Pala Tomandin Fakfak. Dari sinilah kita memperoleh bibit unggul dan asli untuk pengembangan kebun masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan bibit di lapangan.

“Jangan sampai petani menanam pala dari benih yang asal-usulnya tidak jelas. Di masyarakat kita kenal istilah pala selingkuh atau pala pornakan, yang bukan berasal dari pohon induk terpilih. Ini sangat berisiko menurunkan kualitas produksi dan merusak standar Indikasi Geografis,” tambahnya.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dinas Perkebunan Fakfak terus membangun koordinasi dengan pemerintah pusat melalui skema tugas pembantuan Kementerian Pertanian, termasuk dukungan sarana produksi seperti pupuk.

“Tahun ini, dengan dukungan Kementerian Pertanian, kami mulai melakukan pemupukan organik intensif, perbaikan tata kelola kebun, serta pengawasan produksi benih. Tujuannya agar pohon-pohon induk yang sudah berusia tua tetap produktif dan mampu menghasilkan benih berkualitas,” kata Widhi.

Baca Juga :  Retribusi Pala Februari 2026 Tembus Rp 98,9 Juta, Kualitas Pala Kabupaten Fakfak Tetap Terjaga Meski Produksi Statis

Data Dinas Perkebunan mencatat, delapan kebun BPT Pala Tomandin memiliki luas total 16,2 hektare dengan populasi sekitar 2.150 pohon, yang tersebar di Kampung Wurkendik, Werba, Wrikapal, Mandopma, Firma, dan Wambar. Dari jumlah tersebut, 136 pohon telah ditetapkan sebagai Pohon Induk Terpilih (PIT) dengan potensi produksi rata-rata mencapai 2.000 benih per pohon per tahun.

Menariknya, sebagian besar tanaman pala di kawasan BPT tersebut ditanam pada periode 1916 hingga 1943, sehingga saat ini berusia antara 83 hingga 109 tahun, menjadikannya sebagai sumber plasma nutfah pala tua yang sangat bernilai.

Dengan pembenahan menyeluruh terhadap BPT–PIT Pala Tomandin, Pemkab Fakfak menegaskan komitmennya untuk membangun fondasi kuat pengembangan pala dari hulu hingga hilir.

“BPT bukan hanya kawasan produksi benih, tetapi juga benteng perlindungan Indikasi Geografis. Dari sinilah keberlanjutan Pala Unggul Fakfak ditentukan, sekaligus menjadi penopang pengembangan hilirisasi yang berdaya saing,” pungkas Widhi.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga mutu, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat posisi Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing kuat di pasar nasional maupun ekspor. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papuabarat.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas
Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu
Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global
Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:11 WIT

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas

Jumat, 10 April 2026 - 12:20 WIT

Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIT

Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Rabu, 8 April 2026 - 17:50 WIT

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Berita Terbaru