papuabarat.tagarutama.com, Manokwari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat, menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat sektor pertanian lokal dengan mengalokasikan dana sebesar Rp1,065 miliar untuk mendukung pemberdayaan petani padi di empat distrik sentra produksi, yakni Warmare, Prafi, Sidey, dan Masni.
Dana tersebut disalurkan kepada 71 kelompok tani dalam bentuk bantuan penguatan produksi. Masing-masing kelompok menerima Rp15 juta yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung dua kali musim tanam.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Manokwari, Serdion Rahawarin, menjelaskan bahwa bantuan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi.
“Bantuan ini bisa digunakan untuk pembelian pupuk dan pestisida. Jadi petani tidak perlu lagi menebus pupuk subsidi. Dengan dana Rp15 juta, kelompok dapat mengelola dua kali musim tanam,” ujar Serdion saat penyerahan bantuan di Kantor Bupati Manokwari, Sabtu (8/11/2025)
Selain dana tunai, pemerintah daerah juga menyalurkan delapan unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis cultivator guna mempermudah proses pengolahan lahan dan mempercepat masa tanam.
Serdion menegaskan, fokus utama pemerintah daerah tahun ini adalah memperluas lahan pertanian untuk mendukung program nasional swasembada pangan.
“Kami ingin memperluas areal sawah agar produksi padi di Manokwari terus meningkat, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat tentang ketahanan pangan,” jelasnya.
Baca Juga : BRIN dan Pemkab Fakfak Teliti Jenis Kelamin Pala Tomandin, Dorong Akurasi Penanaman dan Produktivitas
Saat ini, Kabupaten Manokwari memiliki 1.773 hektare sawah produktif dengan produksi rata-rata 6.000 ton padi per tahun. Namun, angka tersebut masih jauh dari kebutuhan konsumsi masyarakat yang mencapai 23.300 ton beras per tahun.
“Kita masih harus mendatangkan beras dari luar daerah. Karena itu, perluasan lahan menjadi prioritas agar produksi lokal meningkat,” ungkap Serdion.
Lebih lanjut, ia menyebut masih terdapat 2.421 hektare lahan potensial yang bisa dikembangkan menjadi area persawahan baru. Tahun depan, Pemkab menargetkan pembukaan sekitar 1.300 hektare sawah baru, terutama di wilayah SP1 hingga SP4, Sidey, dan Kali Merah.
“Antusiasme masyarakat lokal cukup tinggi. Kami berharap dukungan ini bisa memotivasi petani untuk lebih mandiri dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” tutur Serdion menutup pernyataannya.
Program pemberdayaan petani ini menjadi langkah strategis Pemkab Manokwari dalam mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (TU.01)









