Respon Positif Plt. Kadisbun Fakfak atas Usulan Durian Jadi Tanaman Perkebunan dalam Sidang APBD 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 Desember 2025 - 13:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST. MT saat di temui wartawan papuabarat.tagarutama.com di ruang kerjanya (Dok. papuabarat.tagarutama.com)

Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak Widhi Asmoro Jati, ST. MT saat di temui wartawan papuabarat.tagarutama.com di ruang kerjanya (Dok. papuabarat.tagarutama.com)

papuabarat.tagarutama.com, Fakfak – Usulan Gabungan Komisi Dewan dalam Sidang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 agar durian yang selama ini dikategorikan sebagai tanaman hortikultura dan pangan dikembangkan menjadi tanaman perkebunan, mendapat sambutan positif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menilai gagasan tersebut sebagai langkah strategis untuk mendorong penguatan sektor perkebunan dan diversifikasi komoditas unggulan daerah. Menurutnya, durian Fakfak memiliki potensi ekonomi yang besar, nilai jual yang tinggi, serta telah melekat kuat dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

“Durian Fakfak sudah sewajarnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain bernilai ekonomis, durian juga memiliki makna budaya yang kuat dan telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Fakfak,” ujar Widhi.

Ia menjelaskan, selama ini durian tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas konsumsi musiman, tetapi juga berperan dalam tradisi dan kearifan lokal. Oleh karena itu, diperlukan penetapan leading sector yang jelas agar pengembangan durian dapat dilakukan secara terarah, terencana, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pemkab Kaimana Siapkan Pengisian Kepala Distrik Yamor dan Perkuat Perangkat Pemerintahan

“Ke depan, yang dibutuhkan adalah kejelasan sektor pengampu. Dengan begitu, pembinaan, pengelolaan, dan pengembangan durian dapat berjalan optimal dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Meski demikian, Widhi mengakui bahwa pengembangan durian sebagai tanaman perkebunan menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah belum adanya regulasi khusus, keterbatasan data dan pemetaan potensi durian lokal Fakfak yang memiliki karakter aroma dan cita rasa khas, ketersediaan bibit unggul lokal, serta penguatan kapasitas petani.

“Semua itu membutuhkan perencanaan yang matang dan dukungan lintas sektor. Tidak bisa dilakukan secara instan,” tambahnya.

Baca Juga :  Belajar dari Pusat Riset Nasional, Kerja Sama BRIN–Dinas Perkebunan Fakfak Dorong Mutu dan Daya Saing Pala Unggul Fakfak

Ia menegaskan, apabila Dinas Perkebunan diberikan kepercayaan untuk menindaklanjuti usulan tersebut, pihaknya siap menyusun perencanaan bertahap dan terintegrasi. Perencanaan tersebut meliputi pengembangan budidaya, peningkatan kualitas produksi, penguatan pascapanen dan pemasaran, serta sinergi dengan sektor terkait lainnya.

“Dengan pengelolaan yang tepat, durian berpotensi menjadi komoditas perkebunan unggulan kedua setelah pala, atau bahkan menjadi tanaman andalan yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperkuat identitas daerah,” tegas Widhi.

Menurutnya, sudah saatnya pelestarian dan pengembangan durian lokal Fakfak diposisikan sebagai komoditas strategis daerah. Selain mendukung diversifikasi ekonomi, langkah ini diyakini mampu meningkatkan pendapatan petani dan membuka peluang pengembangan wisata kuliner berbasis kearifan lokal.

“Jika dikelola dengan baik, durian Fakfak tidak hanya menggerakkan ekonomi, tetapi juga dapat menjadi daya tarik promosi daerah,” pungkasnya. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papuabarat.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Percepat Program Pala “Kapala Emas”, YP2M3F Teken MoU dengan Pemda Fakfak untuk Pendataan dan Pendampingan
Pemkab Kabupaten Fakfak Panggil 8 Pedagang Grosir Antar Pulau, Perkuat Mutu Pala Tomandin ke Pasar Nasional dan Internasional
Retribusi Pala Fakfak Segera Berbasis Virtual Account, Dinas Perkebunan dan Bank Papua Perkuat Sinergi
Rumah Solidaritas Papua Desak Pemerintah Evaluasi Pendekatan Keamanan di Tanah Papua
bp Indonesia Klaim Sudah Sosialisasi Seismik di tengah Tuntutan Masyarakata Arguni
Ratusan Warga Adat Bubarkan Sosialisasi Perusahaan Sawit di Sorong Selatan
6 Gubernur Tanah Papua Deklarasi Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan
Ratusan Ikan Ditemukan Mati di Sungai Klafdalim–Klasoh, Warga Moi Sigin Desak Pemerintah Periksa Sungai

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:41 WIT

Percepat Program Pala “Kapala Emas”, YP2M3F Teken MoU dengan Pemda Fakfak untuk Pendataan dan Pendampingan

Jumat, 20 Februari 2026 - 14:33 WIT

Pemkab Kabupaten Fakfak Panggil 8 Pedagang Grosir Antar Pulau, Perkuat Mutu Pala Tomandin ke Pasar Nasional dan Internasional

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:08 WIT

Retribusi Pala Fakfak Segera Berbasis Virtual Account, Dinas Perkebunan dan Bank Papua Perkuat Sinergi

Rabu, 18 Februari 2026 - 12:08 WIT

Rumah Solidaritas Papua Desak Pemerintah Evaluasi Pendekatan Keamanan di Tanah Papua

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:50 WIT

bp Indonesia Klaim Sudah Sosialisasi Seismik di tengah Tuntutan Masyarakata Arguni

Berita Terbaru