Pengembangan Ekonomi Fakfak: Vokasi dan Pemanfaatan Tanaman Produktif Jadi Fokus Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 20 September 2024 - 13:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dialog Pro 1 RRI Fakfak menghadirkan 2 Narasumber yaitu Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati dan Otto Purnawarman, salah satu tim pakar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).(Dok. Disbun Fakfak)

Dialog Pro 1 RRI Fakfak menghadirkan 2 Narasumber yaitu Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati dan Otto Purnawarman, salah satu tim pakar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).(Dok. Disbun Fakfak)

papuabarat.tagarutama.com, Fakfak – Ada yang menarik dalam program Dialog Pro 1 RRI Fakfak yang disiarkan pada Jumat Sore, 20 September 2024, kali ini begitu menarik dikarenakan judul dialog yang diangkat mengenai pengembangan ekonomi Kabupaten Fakfak melalui pendidikan vokasi dan pemanfaatan potensi tanaman produktif. Dialog ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati dan Otto Purnawarman, salah satu tim pakar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Saat ini Kabupaten Fakfak, Papua Barat, tengah berupaya melakukan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui pendidikan vokasi dan pengoptimalan potensi tanaman produktif lokal. Inisiatif ini digagas untuk memberdayakan masyarakat dengan keterampilan praktis, terutama dalam sektor perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Fakfak.

Dalam dialog tersebut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, menegaskan bahwa daerah ini memiliki kekayaan alam berupa tanaman produktif yang besar, seperti pala, pinang, dan kelapa, yang berpotensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. “Fakfak dikenal dengan pala berkualitas tinggi, namun kita perlu meningkatkan nilai tambah dari komoditas ini melalui pengolahan dan pemasaran yang lebih modern. Salah satu kuncinya adalah meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pendidikan vokasi,” ujar Widhi Asmoro Jati.

Baca Juga :  Penyaluran Bantuan Sosial Tahun 2024 di Fakfak Hadapi Beragam Kendala

Dalam mendukung inisiatif tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Vokasi turut berperan aktif. Otto Purnawarman, salah satu pakar dari Ditjen Vokasi Kemendikbudristek yang turut menjadi narasumber pada acara dialog tersebut, menyampaikan bahwa timnya tengah merancang program vokasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah, khususnya di sektor perkebunan. “Kami berkolaborasi dengan Dinas Perkebunan Fakfak untuk menciptakan pelatihan berbasis vokasi yang sesuai dengan potensi tanaman unggulan Fakfak. Dengan pendidikan yang tepat, masyarakat dapat memaksimalkan produksi, pengolahan, hingga pemasaran produk mereka,” terang Otto Purnawarman.

Lebih lanjut, Otto Purnawarman menjelaskan bahwa pendidikan vokasi ini tidak hanya akan berfokus pada keterampilan teknis dalam bercocok tanam dan pengolahan hasil perkebunan, tetapi juga mencakup manajemen bisnis dan pemasaran digital. Ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi petani, tetapi juga pelaku usaha yang mampu memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Baca Juga : Upaya Meningkatkan Harga Pala, Plt. Disbun Fakfak : Pemilik Usaha Pala Didorong Terapkan Transaksi Satuan Kilogram untuk Pala Mentah

Baca Juga : Pasca Sertifikasi Bibit Pala Tomandin, Dinas Perkebunan Lakukan Pengawasan Menjamin Kelayakan Bibit Pala Siap Tanam

Program vokasi ini diproyeksikan akan melibatkan kelompok pemuda, wanita tani, dan masyarakat umum di Fakfak, dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam mengelola sumber daya alam yang melimpah. Pala Fakfak, yang telah diakui sebagai salah satu komoditas unggulan nasional, diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dengan dukungan keterampilan modern.

Baca Juga :  Pala Tomandin Fakfak Makin Mendunia: Strategi Menembus Pasar Global dari UMKM Expo(RT) 2025

Widhi Asmoro Jati optimistis bahwa kolaborasi ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat Fakfak. “Dengan dukungan Ditjen Vokasi Kemendikbudristek, kita yakin bahwa sektor perkebunan akan semakin produktif dan berdaya saing. Pendidikan vokasi adalah langkah kunci untuk mencetak generasi baru petani yang juga berperan sebagai pengusaha sukses,” pungkasnya.

Program ini diharapkan dapat diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan dan akan diterapkan secara bertahap, dengan fokus pada pengembangan produk pala, kelapa, dan pinang sebagai komoditas unggulan Fakfak. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papuabarat.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi Penguatan BPT Pala Tomandin Perkokoh Benih Unggul dan Hilirisasi Pala di Kabupaten Fakfak
Fuli Pala Tomandin Kabupaten Fakfak Tembus Rp250 Ribu per Kilogram, Bukti Daya Saing Rempah Premium di Pasar Nasional
Retribusi Pala Februari 2026 Tembus Rp 98,9 Juta, Kualitas Pala Kabupaten Fakfak Tetap Terjaga Meski Produksi Statis
DPD PKS Kabupaten Fakfak Umumkan Pemenang MHQ 2026, Tiga Wakil Fakfak Siap Berlaga di DPW PKS Papua Barat
Target 1.000 Hektare Tercapai, Pendaftaran Program Kapala Emas Fakfak Resmi Ditutup
BKAP Partai Keadilan Sejahtera DPD Fakfak Gelar MHQ, Perkuat Syi’ar Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
Percepat Program Pala “Kapala Emas”, YP2M3F Teken MoU dengan Pemda Fakfak untuk Pendataan dan Pendampingan
Pemkab Kabupaten Fakfak Panggil 8 Pedagang Grosir Antar Pulau, Perkuat Mutu Pala Tomandin ke Pasar Nasional dan Internasional

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:21 WIT

Sinergi Penguatan BPT Pala Tomandin Perkokoh Benih Unggul dan Hilirisasi Pala di Kabupaten Fakfak

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:25 WIT

Fuli Pala Tomandin Kabupaten Fakfak Tembus Rp250 Ribu per Kilogram, Bukti Daya Saing Rempah Premium di Pasar Nasional

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:57 WIT

DPD PKS Kabupaten Fakfak Umumkan Pemenang MHQ 2026, Tiga Wakil Fakfak Siap Berlaga di DPW PKS Papua Barat

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:37 WIT

Target 1.000 Hektare Tercapai, Pendaftaran Program Kapala Emas Fakfak Resmi Ditutup

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:49 WIT

BKAP Partai Keadilan Sejahtera DPD Fakfak Gelar MHQ, Perkuat Syi’ar Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Berita Terbaru