Pendidikan Ala Militer Disorot, Dr. Gamal Tawarkan Alternatif Berbasis Restoratif dan Psikososial

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 Mei 2025 - 00:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Gamal Albinsaid, Anggota Fraksi PKS DPR RI.

Dr. Gamal Albinsaid, Anggota Fraksi PKS DPR RI.

papuabarat.tagarutama.com, Jakarta — Dalam diskusi Catatan Demokrasi yang ditayangkan di salah satu TV swasta nasional, Dr. Gamal Albinsaid menyoroti kebijakan pendidikan alternatif yang lebih manusiawi bagi anak-anak yang dianggap “nakal” atau bermasalah. Ia menegaskan bahwa pendekatan militer bukanlah jawaban yang tepat, apalagi jika diterapkan tanpa dasar bukti ilmiah dan tanpa melibatkan stakeholder pendidikan secara menyeluruh.

“Tugas kita bukan sekadar memberikan kritik, tapi juga menghadirkan solusi,” ujar Dr. Gamal dalam diskusi tersebut.

Menurutnya, alih-alih menggunakan pendekatan seperti barak militer, yang dibutuhkan adalah ekosistem pendukung (supportive ecosystem) yang mampu memulihkan anak secara holistik.

Dr. Gamal memaparkan empat solusi jangka pendek yang bisa diimplementasikan dalam waktu dekat, antara lain:

  1. Sistem Pendidikan yang Memulihkan (Restorative Education) – Pendidikan yang membangun empati dan memberdayakan, bukan menghukum.
  2. Dukungan Psikologis Berbasis Komunitas – Melibatkan masyarakat dan lingkungan sekitar dalam mendampingi anak-anak.
  3. Reformasi Fasilitas dan SDM Konseling – Meningkatkan kualitas layanan konseling di sekolah dengan SDM yang terlatih dan berempati.
  4. Pendekatan Relasional – Memulihkan hubungan anak dengan dirinya sendiri, keluarganya, komunitas, hingga masyarakat luas.
Baca Juga :  PWNA Papua Barat Ikuti Tanwir II: Tegaskan Komitmen Perempuan Muda di Tanah Papua

Tak hanya reaktif, Dr. Gamal juga mengajukan strategi jangka panjang agar masalah serupa tak terus berulang. Solusinya meliputi:

  1. Memperkuat Sistem Dukungan Psikososial – Membangun sistem berkelanjutan yang membantu anak-anak tumbuh sehat secara mental dan sosial.
  2. Pendidikan Karakter Berbasis Empati dan Generosity – Menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kepedulian sejak dini sebagai fondasi karakter anak.

Baca Juga : Letjen Kunto Arief Wibowo Dicopot Lalu Dikembalikan: Mutasi TNI Jadi Sorotan

Menanggapi rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sempat menyuarakan pendidikan ala militer bagi siswa bermasalah, Dr. Gamal memberikan sejumlah rekomendasi:

  1. Gunakan Evidence, Based Policy, Kebijakan harus berdasarkan bukti ilmiah, bukan sekadar opini atau tekanan politik.
  2. Libatkan Stakeholder Pendidikan, Semua pihak, mulai dari guru, psikolog, orang tua, hingga siswa, perlu dilibatkan dalam perumusan kebijakan.
  3. Perjelas Indikator Anak “Nakal”, Harus ada definisi yang objektif dan terukur agar kebijakan tidak bias dan sewenang-wenang.
  4. Cegah Stigmatisasi dan Diskriminasi, Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari kebijakan yang berpotensi melanggar hak asasi dan masa depan mereka.
Baca Juga :  UU Cipta Kerja Merugikan Buruh dan Pekerja, Fraksi PKS : UU Cipta Kerja Menyalahi UUD 1945

“Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman, bukan tempat yang membuat anak merasa takut atau terasing,” tutup Dr. Gamal. (TU.01)

Follow WhatsApp Channel papuabarat.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menbud–Dubes Jerman Bahas Pembaruan Kerja Sama Budaya dan Repatriasi Fosil Sangiran
Kemendagri dan Kementerian PU Percepat Pembangunan KIPP di Empat DOB Tanah Papua
Pemerintah Mulai Groundcheck 11 Juta Data PBI-JKN, Muhaimin: Harus Tepat Sasaran
Jelang Ramadhan, Wamen HAM Serahkan Santunan kepada Keluarga Korban Tragedi Mei 1998
Mendagri Australia Kunjungi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Hukum dan Keamanan
Billy Mambrasar Putra Papua Pertama di Dewan Komisaris PT Taspen
Saksi Sebut Ada Tekanan Permintaan Rp 2 Miliar dalam Kasus Izin TKA Kemnaker
Dinkes Aceh Lakukan Pengendalian Nyamuk di Pengungsian Banjir Aceh Utara

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:45 WIT

Menbud–Dubes Jerman Bahas Pembaruan Kerja Sama Budaya dan Repatriasi Fosil Sangiran

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:48 WIT

Kemendagri dan Kementerian PU Percepat Pembangunan KIPP di Empat DOB Tanah Papua

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:01 WIT

Pemerintah Mulai Groundcheck 11 Juta Data PBI-JKN, Muhaimin: Harus Tepat Sasaran

Senin, 16 Februari 2026 - 19:12 WIT

Jelang Ramadhan, Wamen HAM Serahkan Santunan kepada Keluarga Korban Tragedi Mei 1998

Sabtu, 31 Januari 2026 - 10:18 WIT

Mendagri Australia Kunjungi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Hukum dan Keamanan

Berita Terbaru