papuabarat.tagarutama.com, Mimika – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus mengintensifkan upaya pencegahan HIV-AIDS sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat. Sepanjang tahun 2025, tercatat 489 kasus HIV-AIDS di Mimika, meningkat dibandingkan 451 kasus pada tahun sebelumnya. Seperti dilansir dari laman Cepos.com (19/01)
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Ahmad Kamal, menyampaikan bahwa kenaikan temuan kasus sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjalani pemeriksaan. Pada 2025, sebanyak 58.220 warga telah mengikuti tes HIV-AIDS yang menyasar kelompok berisiko, pasien Tuberkulosis (TBC), populasi kunci, hingga masyarakat umum. Dilansir dari laman Cepos.com (19/01)
Menurut Kamal, pemeriksaan HIV pada pasien TBC menjadi langkah penting dalam memutus rantai penularan, mengingat TBC merupakan penyakit penyerta utama pada penderita HIV. Kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) juga dinilai krusial untuk menekan risiko komplikasi dan kematian.
Dari sisi epidemiologi, penularan HIV di Mimika masih tergolong terkendali meskipun prevalensinya relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di Papua. Kondisi ini mendorong Dinas Kesehatan untuk terus memperluas program pencegahan berbasis komunitas.
Upaya tersebut meliputi promosi kesehatan, kampanye penggunaan kondom, pelaksanaan program Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP) bagi kelompok berisiko, serta edukasi kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah guna meningkatkan pemahaman generasi muda sejak dini.
Kamal menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian HIV-AIDS membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Perubahan perilaku sehat dan kesadaran akan pencegahan menjadi kunci utama dalam menekan penularan HIV-AIDS di Kabupaten Mimika. (TU-07)









