Lapas Timika Berdayakan Warga Binaan Lewat Program Ketahanan Pangan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 13:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Timika (foto : Ist)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Timika (foto : Ist)

papuabarat.tagarutama.com, Timika – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Timika melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan selama masa pidana.

Kepala Lapas Kelas IIB Timika, Hernowo, mengatakan program ini memanfaatkan lahan pertanian dan perikanan yang tersedia di wilayah Lapas. Selain melatih kemandirian, kegiatan tersebut juga diharapkan memberi nilai ekonomi melalui kerja sama pemasaran dengan pihak ketiga.

Baca Juga :  Kayu Putih, Tanaman Tahan Api dengan Potensi Ekonomi Besar di Fakfak

“Ini bagian dari pembinaan agar warga binaan menjalani masa pidana dengan kegiatan yang positif dan produktif,” ujar Hernowo, Senin (26/1/2026) dilansir dari papua60detik.

Program ketahanan pangan dilaksanakan di dalam area Lapas serta lahan di bagian depan. Namun, hanya WBP yang telah menjalani dua pertiga masa pidana dan memenuhi standar operasional prosedur yang dapat terlibat.

Selain pertanian, pihak Lapas juga menyiapkan pengembangan kolam ikan serta kegiatan kesenian sebagai bagian dari pembinaan.

Baca Juga :  Pemkab Kaimana Siapkan Pengisian Kepala Distrik Yamor dan Perkuat Perangkat Pemerintahan

Untuk mengurangi stigma terhadap mantan narapidana, Lapas Kelas IIB Timika juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui media sosial dan pertemuan langsung.

Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Kelas IIB Timika mencapai 359 orang, dengan kasus terbanyak terkait tindak pidana narkotika serta perlindungan perempuan dan anak. (*)

(TU/JM)

Follow WhatsApp Channel papuabarat.tagarutama.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas
Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu
Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global
Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029
Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani
Perdagangan Pala Diawasi Ketat, Pemda Fakfak Libatkan Karantina
KPU Fakfak Tetapkan 62.716 Pemilih dalam Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Triwulan I 2026
Awal 2026 Menjanjikan, Retribusi Pala Fakfak Tunjukkan Tren Positif

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:11 WIT

OJK Papua Barat-PBD Perkuat Akses Permoodalan, Petani Pala Fakfak Didorong Naik Kelas

Jumat, 10 April 2026 - 12:20 WIT

Petani dan Pedagang Sepakati Harga Standar Pala Fakfak, Rp600 Ribu per 1.000 Biji dengan Prioritas Mutu

Jumat, 10 April 2026 - 08:20 WIT

Sosialisasi SNI Pala Tomandin Fakfak, Dorong Kualitas dan Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Rabu, 8 April 2026 - 17:50 WIT

Perkuat Komoditas Andalan, Pemda Fakfak Resmikan Perbup RAD Pala Unggul 2025–2029

Selasa, 7 April 2026 - 18:24 WIT

Pemda Fakfak Intensifkan Pengawasan, Pastikan Kenaikan Harga Pala Berpihak ke Petani

Berita Terbaru